Sigap, Pemdes Pelambik Langsung Isolasi Warga Yang Mudik

Kepala Desa Pelambik Jumasan (kedua dari kanan)  didampingi segenap tim satgas covid 19.

WARTABUMIGORA, LOMBOK TENGAH – Menyikapi dampak penyebaran virus corona atau covid-19 yang sudah menyasar semua kalangan dan penjuru wilayah. Kini Pemerintah Desa Pelambik Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah tidak mau kecolongan. Respon cepat digencarkan terutama dalam mendikte warga pelambik yang pulang mudik dari daerah rantauan baik dalam dan luar negeri yang terkategori zona merah.

” Sebelum masuk ke kampung halaman, ada pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu dibandara dan pelabuhan. Pemudik diberikan kartu kewaspadaan kesehatan, barulah dilakukan tindakan isolasi secara mandiri dirumah masing-masing, ” Kata Jumasan selaku Kades Pelambik yang ditemui Media ini ( kamis, 16/04 ).

Sampai berita ini diterbitkan, terdapat sejumlah 55 orang yang telah ditetapkan berstatus ODP ( Orang Dalam Pengawasan ) di 17 dusun secara merata, terbanyak di dusun sengkerek dan kerekok dalem. Namun, kesemuanya dipastikan telah mendapat tindakan isolasi selama 14 hari lengkap dengan pengawasan yang ketat.

” Sesuai ketentuan, kami telah membentuk satgas, menggandeng mitra dari babinsa, babinkamtibmas, polpp, tenaga kesehatan dari pustu juga poskesdes, tim inilah yang berkolaborasi menangani sagala tahapan isolasi begitupun dalam hal pengawasan agar tidak terjadi pelanggaran yang berpotensi terjadinya penularan, ” ungkapnya.

Dijelaskan, kegiatan ini dimulai sejak 1 april lalu hingga 3 bulan lamanya. Jika situasi dan kondisinya terpantau meningkat, tidak menutup kemungkinan masa siaga darurat diperpanjang sampai bulan agustus mendatang.

Menyadari dampak negatif khususnya melemahnya ekonomi masyarakat oleh ruang gerak yang terbatas, pemdes tentunya sudah mempersiapkan langkah antsipatif untuk jaminan pangan. Selain ada BLT dari pemerintah pusat berupa uang sebesar 600 ribu. Desa akan melengkapi pemberian bantuan selain bantuan yang berasal dari pemerintah pusat, provinsi ataupun kabupaten sebagai bentuk jaring pengaman sosial diprioritaskan bagi masyarakat yang terdata di PDT diluar TNI Polri, ASN dan PKH.

Adapun tindakan faktual, sementara waktu sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, penyediaan ember air handsanitiser untuk cuci tangan diruang publik dan pembagian masker.

Diakui, penanganan covid 19 belum sepenuhnya maksimal. Selain harus mengejar target yang cukup besar dengan melakukan perubahan anggaran APBDes dan RKPDes. Penyusunan regulasi juga belum disepakati menimbang banyaknya item program lain seperti pembangunan jalan, pengadaan sumur bor terpaksa ditunda bahkan harus dialihkan untuk penanganan covid 19.

” Sembari proses penyusunan regulasi selesai pada akhir april, demi kebaikan masyarakat sementara waktu kami secara swadaya menggunakan dana talangan pribadi, meski nilainya kecil terpenting ada tindakan real dulu, ” terang Jumasan.

Sekdes Pelambik Rudi hartono S,Pd.i menambahkan, anggaran penanganan covid 19 desa Pelambik dibagi dalam 2 bentuk. Pertama, akan disiapkan BNT ( Bantuan Non Tunai ) sebesar 25 % atau sekitar 426 jutaan dari dana Desa. Kedua, pengadaan sarana prasarana fisik seperti alat dan bahan penyemprotan, handsanitizer, masker, dan tahap visitasi yakni pengawalan dan pemberian arahan bimbingan sekaligus pengawasan oleh petugas tim satgas terhadap ODP selama masa isolasi berlangsung.

Menjawab isu lain seperti adanya pelaksanaan ritual adat budaya dan kegamaan terlebih dalam menyongsong bulan suci Ramadhan. Pihaknya, tetap berpatokan pada instruksi Presiden dan ijtimak para ulama melalui keputusan Majelis Ulama Indonesia yang dalam pengarahannya bersifat fleksibel sesuai situasi kondisi.

” Alhamdulillah, sejauh ini himbauan kami didengar, masyarakat sangat mengerti, walaupun ada yang nikah, acaranya sederhana. Jarak sosial, kontak fisik dan mengurangi jumlah perkumpulan orang ditaati, ini menegaskan masyarakat juga sudah siap merespon covid 19 ” tandas Rudi.(L.Irsyd).

 

One thought on “Sigap, Pemdes Pelambik Langsung Isolasi Warga Yang Mudik

  • 18 April 2020 at 8:28 am
    Permalink

    Lalu kenapa masih di biarkan pemudik yg baru pulang dari bali,knapa tidak karantina..tolong jagn berpihak seblah.termksih.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *