BREAKING NEWS: Kecamatan Lembar ‘Pecah Telur’, Satu Warga Jembatan Kembar Tengah Dinyatakan Positif Corona

Ilustrasi.

WARTABUMIGORA.MATARAM- Benteng terakhir Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat dari Virus Corona jebol juga.

Kecamatan Lembar bagian dari pintu masuk ke pulau Lombok NTB pada umumnya yang selama ini kokoh tak tertembus Covid-19, akhirnya mengoleksi pasien Covid-19.

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Nusa Tenggara Barat NTB, H.Lalu Gita Ariadi melalui rilisnya Kamis (29/5/2020) menyebut pasien tersebut tercatat sebagai pasien nomor, 563, an. Tn. BB, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Dusun Gunung Gundil Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat NTB.

” Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Memiliki riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19.” Ucap HL. Gita Ariadi. Kamis (29/5/2020).

Saat ini pasien tersebut sedang menjalani karantina di kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Ia menyebut, Kasus baru positif Covid 19 di NTB masih cukup tinggi bahkan jika dibandingkan dengan angka kesembuhan. ” Kami menekankan agar masyarakat mewaspadai penularan pada bayi dan balita.” Lanjutnya.

Terpisah, Kepala Desa Jembatan Kembar Amirullah mengatakan Malam ini Desa Jembatan Kembar Kecamatan Lembar akhirnya pecah telur.

” Saya berharap kepada semua warga desa jembatan kembar agar tetap tenang jangan panik agar imunitas tubuh tidak turun,” ucapnya.

Amirullah juga meminta kepada masyarakat Jembatan Kembar agar jalani aktivitas seperti biasa dan tetap menjaga protokuler kesehatan dengan tetap diam dirumah, dengan jaga jarak, pakai masker bila keluar rumah, cuci tangan pakai sabun sesering mungkin.

” Mari kita saling mengingatkan dan menguatkan karena hal ini bukanlah aib.” Ujar Amirullah.

Ia juga berharap kepada semua warga Desa Jembatan Kembar agar jangan sampai memberikan stegma negatif, apalagi mengucilkan.” Tetap semangat dan berdoa agar pandemi ini segera berlalu.” Harapnya.

Kades Amrullah juga, menghimbau kepada masyarakat semua agar jangan takut dan resah, pandemi corona ini masalah bersama.

” Jadi dibutuhkan kesadaran bersama untuk bisa memutus mata rantai penyebarannya. Dan kita saat ini harus saling menguatkan dan mengingatkan, tanpa kesadaran bersama mustahil pandemi ini bisa kita hadapi,” imbuhnya. (ll).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *